Memburu Beruang Konflik di Talawi
Malam terakhir di tahun 2012, sebagian orang berkeinginan menyambut
tahun baru di luar rumah, tidak seperti saya yang tetap asyik di depan
komputer dan ga ada niat keluar rumah sekedar melihat suasana malam
pergantian tahun. Selagi asyik browsing, handphone jadul yang lagi saya
isi "tenaga" meraung minta diangkat. Bapak Haryanto, terbaca pada layar
handphone
nama penelpon yang menghubungi saya. Mungkin Bapak Kapolsek Talawi,
Sawahlunto, Sumatera Barat ini pingin ngobrol-ngobrol dengan saya,
begitu pikir saya pada awalnya; ternyata beliau memberitahukan berita
yang cukup penting. Seekor Beruang Madu (
Helarctos malayanus)
berkeliaran di sekitar ladang dan rumah warga Kandang Batu, Kumbayau
Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto. Kemunculan Beruang tersebut cukup
meresahkan warga terlebih berulangkali beruang terlihat oleh warga di
sekitar pemukiman mereka. Bahkan, Beruang Madu ini memasuki lingkungan
Sekolah Dasar yang ada di tempat tersebut.
Begitu mendengar kabar,dengan cepat saya menghubungi beberapa petugas
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat dan Dokter
Hewan yang ada di Taman Satwa Kandi. Sayangnya, tak satupun diangkat
oleh mereka, mungkin karena malam sudah cukup larut atau mereka lagi
sibuk merayakan tahun baru. Saya mencoba menghubungi Asisten Dokter
Hewan "Ike Pramestika" untuk menanyakan persediaan obat bius di klinik.
Setelah memastikan adanya ketersediaan obat bius, saya menutup telepon.
Dari sekian yang saya hubungi, hanya Asisten Dokter hewan yang
sepertinya tidak sibuk, sehingga cepat mengangkat telpon saya
Paginya, saya mencoba untuk menghubungi lagi beberapa petugas BKSDA.
Karena pada saat itu hari libur, banyak petugas yang tidak berada di
tempat, pada akhirnya disepakati bahwa Tim dari BKSDA yang akan
menangkap Beruang Madu diterjunkan pada hari rabu tanggal 2 Januari
2013. Namun, sepanjang Selasa siang, tidak ada lagi berita mengenai
keberadaan Beruang Madu. Sempat kepikir kalau Beruang Madu tersebut
mungkin sudah pergi menjauh dari pemukiman penduduk dan kembali ke
hutan.
Ternyata itu hanyalah harapan saya, karena pada hari Rabu, 2 Januari
2013 saat lagi sibuk beraktivitas di Taman Satwa Kandi untuk
mempersiapkan operasional; Bapak Hariyanto telpon lagi menginformasikan
bahwa beruang tersebut terlihat kembali di perkebunan karet milik
penduduk, sehingga membuat warga setempat kembali resah. Akhirnya
dibentuk tim dadakan termasuk saya di dalamnya dan rekan-rekan seperti:
- Drh Idham Fahmi
- Putra Ario (Rio)
- Syafriadi (Adit)
- Don Akbar (Don)
- Zainal
- Ari Mulyanto (Ari)
- Windi
- Ike Pramestika
- Dian Adhia Novita
- Dewi Indrawati
Selesai mempersiapkan kandang transport dan obat bius secukupnya, tim
segera berangkat menuju lokasi. Dalam perjalanan Drh. Idham Fahmi
terlihat sibuk menjalin koordinasi dengan tim-tim dari BKSDA agar segera
meluncur ke lokasi di mana beruang tersebut berada. Di TKP, masyarakat
sudah berkumpul mengelilingi areal di mana Beruang Madu bersangkutan
sering muncul. Perburuan dimulai! Aksi kejar-kejaran dan
teriakan-teriakan yang menginformasikan keberadaan si Beruang terdengar
di sekitar areal, layaknya pencarian buron teroris..hi..hi...hi....
Keadaan tersebut membuat Beruang menjadi gelisah dan keluar dari
persembunyiannya.
Tim pembius Kandi, yaitu Rio, Adit, dan Don yang membawa perlengkapannya
masing-masing merangsek ke arah sasaran. Rio yang mendapat kesempatan
pertama untuk meniupkan sumpitnya. Beberapa detik kemudian jarum sumpit
berisikan obat bius menancap di tubuh si Beruang. Keadaan semakin tegang
manakala beruang merasa kesakitan dan berbalik arah untuk mengejar Rio.
Dengan marah beruang mengayunkan cakarnya, sreeet.. tak pelak punggung
tangan Rio sempat tersambar cakar beruang dan mengucurkan darah segar.
Melihat keadaan sedikit tak terkendali, posisi Rio segera diambil alih
oleh Adit. Sayang, beruang yang panik segera menghilang di balik
rimbunnya semak belukar.
Setelah sekian lama menunggu, kedengaran lagi teriakan salah satu
anggota tim menginformasikan keberadaan si Beruang. Tim segera mengambil
posisi dan berusaha mengejar. Beruntung, beruang mengambil arah yang
terang dan mendaki perbukitan di sekitar rumah warga yang memungkinkan
anggota tim melihat dengan jelas sosok beruang. Tim menunggu di bawah
perbukitan, merasa terdesak karena tak menemukan jalan lari, beruang
berbalik arah menuju Tim "dadakan" ini.
Don yang dari tadi sudah siap menunggu munculnya si beruang, tak urung
merasa panik dan kalang kabut saat beruang menuju ke arahnya. Walaupun
demikian, dia sempat melancarkan serangan yang tepat mengenai sasaran.
Beruang lari, menghilang di antara semak belukar yang tinggi. Terpaksa
kami harus menunggu lagi untuk waktu yang cukup lama karena yang
ditunggu tak juga menampakkan batang hidungnya. Rasanya kalau hanya
ditunggu, tak pasti kapan si beruang akan muncul, sehingga akhirnya saya
minta bantuan masyarakat setempat. Kami sepakat untuk menyisir hutan
bersama-sama dengan memperhitungkan keadaaan beruang yang tengah dalam
posisi sudah terbius. Benar saja, tidak butuh waktu lama, sang beruang
ditemukan terkapar tak berdaya di semak belukar. Kami segera memasukkan
ke kandang transport yang telah disediakan sebelumnya.
Dalam perjalanan pulang ke Taman Satwa Kandi membawa sang beruang, kami dikawal langsung Bapak Hariyanto dengan memakai
Voorijder,
bahkan mobil patroli polisi tersebut menghidupkan sirinenya sehingga
menarik perhatian masyarakat sepanjang jalan yang kami lalui. Tak
ketinggalan atensi yang diberikan Kepala Kecamatan Talawi "Bapak
Deswanda" bersama Danramil Sawahlunto " Bapak Gurnadi" yang ikut serta
dengan mengendarai mobil tepat di belakang mobil yang kami tumpangi.
Satu beruang telah didapat, hari berikutnya kami berencana memburu
beruang yang lain. Karena kabarnya ada 2 beruang yang keluar dari hutan
dan berkeliaran ke pemukiman....Sabar ya pembaca, pasti akan saya
ceritakan juga perburuan episode ke-2. Ok?
dikutip dari blog pak yasmen